Baru aja tanggal 14 yang lalu aku buat komitmen #MEIHPBARU dan empat hari setelahnya aku malah dibantah sama si hp lama ini, seakan dia gak terima kalau aku mempersiapkan 'Perselingkuhan'.
Ngga sadar dia kalau udah buat aku berulang-ulang kali ganti kabel, ngga sadar dia kalau layar depan hampir retak karna buncit. Udah tau kuliah butuh dia banget, untung-untung deh kalau masih bisa buat komunikasi, kalau searching kan aku bisa pake si laptop.
Tolong ya hp lama baca ini, kali aja ngerti.
Terakhir dia ngeledek aku tuh malem tanggal 17, cuma lambang apel gitu yang tampil dan kadang layarnya warna merah, kaya ngancem gitu gamau aku punya yang baru. Karena aku positif thinking, ya aku tinggal tidur aja.
Kayanya dia tau kalau aku nyepelein,
dan yaa paginya dia bener-bener ga berfungsi
mungkin dia bunuh diri pas aku tidur dengan lelap.
Dalam hatiku, kurang ajar :')
Belum juga ada pengganti.
Dan pagi itu rasanya resah sekali, tak tau informasi, sendiri dan kalau jalan tak ada yang digenggam.
ya sebenernya dia masih bisa ku bawa kemanapun seakan masih berguna, tapi untuk apa.
jalan sendirian dari parkiran, bingung udah jam 10 kok Lab masih dikunci,
pokerface nyariin mana teman-temanku, sambil bawa baso aci yang seharusnya ku bagiin.
Mungkin dia ketawa ngeliat aku susah dibuatnya.
Hari itu rasanya aku sensi sekali, nangis seakan mudah untuk dilakukan.
Mencoba untuk ngilangin gengsi, aku masih berharap dia masih mau terima sama komitmen yang aku buat. Aku bawa dia ke rumah sakit, mungkin aja ada stok nyawa disana.
Ternyata nyawa baru ada besok, oke aku cuma bisa nenangin diri dan berharap besok aku bakalan liat dia bernyawa lagi.
Untung saja malam ini aku disibukkan oleh sidang, sehingga kehilangannya tak begitu terasa
tapi ya aku butuh, untuk berbagai informasi besok.
Selepas sidang aku langsung menghibur diri dengan si laptop, yang sempat membuatku pupus karna kehilangan seluruh memori yang bertahun-tahun aku jaga.
Kali ini aku cari cara untuk tetap bisa komunikasi menggunakannya. Aku buntu dan berakhir pada comment instagram, untung saja ada sistur nam dan sisthor yang membantuku, maaf ya merepotkan.
Dua malam aku lewati tanpa alarm dari si hp lama, sayangnya aku berhasil untuk urusan ini.
Paginya aku dibuat bingung oleh jadwal matkul, kupaksakan saja untuk datang pagi seperti biasa.
tidak begitu sulit, aku langsung bertemu dengan teman-temanku yang ingin balik ke kosan, ngga ada kelas pagi katanya.
Kesempatan ini aku gunakan untuk kembali ke rumah sakit sembari berharap tak lama lagi ia hidup.
karna nyawa baru ada jam dua siang, maka kutinggal ia sementara.
aku sudah dengan sangat baik positif thinking, dan mengikhlaskan uang ku untuk membelikannya nyawa.
TAPI APA YANG TERJADI SETELAH AKU KEMBALI KE RUMAH SAKIT?
nyawa tak membuatnya hidup kembali, sungguh apel yang tak lagi berguna.
pupus harapanku, ia benar-benar tak memberikanku kesempatan.
aku bingung bagaimana ceritanya aku bertahan tanpanya, bagaimana caranya aku tak menyusahkan banyak pihak karenanya.
mungkin kisah kita sampe sini saja apel, berakhir dengan sangat tidak baik :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar